Friday, April 24, 2020

Pengalaman Pertama Menjadi Seorang Ibu Harus #AwaliDenganYangTerbaik

Saat bayi kecil itu menangis dipangkuanku, saat bayi mungil itu menguap dan mengerjapkan matanya, baru kusadari ternyata ini rasanya menjadi seorang Ibu. Pengalaman pertama yang dipenuhi rasa khawatir, takut, bahagia, sekaligus ingin melindungi dan berbuat yang terbaik untuk bayi mungil yang baru saja kulahirkan.

Awal Ceritaku Menjadi Seorang Ibu..

Hello beautiful moms!

Setelah lama menulis blog, baru teringat kalau aku ini ternyata belum pernah sharing pengalamanku waktu pertama kali mengurus Newborn Baby dan gimana rasanya menjadi seorang Ibu untuk pertama kalinya. Aku merawat Ray tanpa bantuan nanny/sus/mba, selain itu tidak ada juga peranan orang tua maupun mertua dalam membantu merawat Ray. Jadi ya benar-benar semuanya sendirian dan hanya dibantu oleh suami kalau lagi tidak kerja.



Cukup banyak hal yang bikin was-was dan khawatir terutama di trimester pertama Ray lahir waktu dulu. Selain karena Ray kuning, ukuran BB nya juga drop 400gr selama seminggu dari awal BB lahirnya. Bukan hanya itu, Ray juga punya potensi alergi susu sapi makanya aku maksain banget supaya Ray mendapat asupan ASI selama 2 tahun kehidupannya. Aku tau Ray terkena alergi susu sapi karena di usia 19 hari, kakeknya memaksa agar Ray minum susu formula karena badan Ray terlihat kecil. Setelah berdebat dengan kakeknya Ray untuk keukeuh mau kasih ASI eksklusif tanpa sufor, akhirnya aku ngalah dan mencoba memberikan sufor (asi diselingi sufor). Selama 1 minggu menambahkan sufor untuk Ray, langsung kelihatan badannya semua merah-merah beruntusan gatal-gatal. Konsultasi dengan dsa Ray, disebutkan ada potensi alergi susu sapi, makanya aku stop sufor dan fokus memaksakan untuk memberikan full ASI untuk Ray.

Tentunya perjuangan mengASIhi itu tidaklah mudah ya, makanya aku baru mengerti mengapa seorang Ibu yang memberikan ASI itu disebut sebagai "Pejuang ASI". Karena memang dalam memberikan ASI kepada anak itu benar-benar dibutuhkan perjuangan mental dan fisik agar proses mengASIhi berjalan lancar. Perjuangannya bukan hanya dari keinginan Ibu yang kuat dalam mengasihi, tapi support suami dan orang tua juga berpengaruh guna keberhasilan dalam mengASIhi. Fisik yang harus sehat dan mental yang kuat menjadi bekal Ibu dalam mengASIhi. Bukan hanya itu, MengASIhi juga perlu strategi supaya ASI keluar banyak dan mencukupi kebutuhan sang bayi.

Perjalanan Memberikan ASI Selama 2 Tahun




ASI ku ini bisa dibilang pas-pasan ya, tidak terlalu banyak tapi juga tidak sedikit, cenderung kurang banyak kalau di pompa namun aku juga merasa insecure kalau tidak tahu berapa banyak susu yang masuk untuk Ray. Dari awal para suster sudah menginformasikan kalau ASI itu harus dikeluarkan dengan cara di pompa, jadilah di hari ketiga pasca melahirkan, aku mulai memompa PD karena memang saat itu sudah mulai bengkak. Ibu mertua melarangku untuk memompa PD dengan alasan nanti PD akan turun dan bentuknya tidak akan bagus lagi. Namun, aku merasa jika PD tidak dipompa, rasanya sangat sakit dan keras seperti batu. Karena khawatir Mastitis akhirnya aku bulatkan tekad untuk memompa PD. Salah satu alasanku memompa juga karena Ray terlalu banyak tidur di hari-hari awal kelahirannya dan tidak mau bangun untuk menyusu, karena supply air susu semakin banyak dan tidak dikeluarkan dengan cara disusui oleh Ray, akhirnya aku memutuskan untuk pompa ASI.

Karena Ray kuning dan saat aku memompa ASI hanya dapat 80mL dari 2 PD, seiring usianya bertambah, aku khawatir Ray tidak cukup ASI nya. Jadi aku selalu melakukan hal ini agar aku merasa tenang karena tau Ray menyusu dengan cukup dan ASI terpenuhi.

Pompa Per 3 jam Sekali. Fisik sangat lelah karena harus tepat waktu bangun tengah malam untuk pompa ASI.

Setiap kali aku pompa ASI, aku akan sekalian menyusui Ray secara langsung dengan ritme :
- PD Kanan Di Pompa - Dalam waktu yang sama PD kiri menyusui secara langsung. Setelah terasa kosong, tukar posisi PD kiri pompa, PD Kanan Menyusui. Hasil susu perahannya (misalkan hanya dapat 40 atau 60mL, langsung aku berikan saat itu juga untuk Ray).

Frekuensi aku dalam memompa dan memberikan ASI selalu seperti itu hingga usia Ray 3 bulan.

Kenapa aku melakukan cara seperti itu karena dsa Ray memberikan target kalau Ray harus naik 1,5kg di bulan 1. Sedangkan Ray saja sudah kehilangan 400gr berat lahirnya sehingga PR aku harus mengembalikan bb lahir + 1kg berat di akhir 1 bulan, jadilah total target aku menjadi 1,5kg dalam sebulan.

Kalau ditanya pusing atau gak? pusing lah. Ditambah khawatir karena Ray kuning, aku takut karena ASI ku ga keluar. Tapi di waktu yang bersamaan, jika memang ASI ku tidak banyak, aku juga gak bisa memberikan sufor untuk Ray (harus susu soya). Makanya aku membulatkan tekad yang kuat InsyaAllah aku bisa memberikan ray ASI yang cukup agar tumbuh kembangnya sesuai dengan target. Yang selalu aku yakini adalah takeran ASI itu SUPPLY = DEMAND atau Persediaan = Permintaan, Jadi jika permintaannya banyak maka badan kita secara alami akan membuat persediaan ASI yang cukup sesuai dengan permintaannya. Nah, makanya aku mengupayakan pompa dan menyusui sesering mungkin agar tubuhku menangkap sinyal kalau anakku memerlukan susu dalam takaran tersebut di setiap harinya. Alhamdulilah semua usahaku dalam mengASIhi Ray berhasil, Ray tumbuh bb nya diluar target, ASI ku cukup (tidak berlebih dan tidak kurang). Alhamdulilah...



Memang mengASIhi itu berat di 2 bulan pertama, saat sang Ibu dan sang bayi masih sama-sama belajar dalam memberikan ASI dan meminum ASI. tapi lewat dari 2 bulan, masya Allah, nikmat sekali rasanya saat anak menyusu tengah malam dan kita gak perlu memanaskan air dan berdiri untuk bangun menyeduh susu hehe..

Saat awal-awal menyusui, yang paling membuatku lelah salah satunya juga karena botol pompa ASI harus selalu higienis dan terjaga kebersihannya sepanjang waktu. Karena anakku juga menyusu lewat botol dari perahan ASI aku, pastinya aku juga khawatir takut masuk bakteri di ASI perah aku. Memang menjadi seorang Ibu itu dipenuhi dengan perasaan khawatir, takut anak sakit, takut anak alergi, takut anak terkena bakteri dan panjang lagi ketakutannya hehee.. Makanya dari awal banget aku selalu mengupayakan agar botol dan pompa ASI aku memiliki kualitas yang baik dan sudah teruji klinis aman untuk digunakan baby.

Dari awal aku memang sudah menggunakan Pompa ASI Manual Philips Avent dalam proses memompa ASI. Aku menggunakan ini karena design pompa ASI nya langsung mengalir dari payudara ke botol dan juga terdapat bantalan pijat yang nyaman dan halus jadi PD bisa dibuat lebih lembut dengan cara seperti di massage. Karena Pompa ASI Manual Philips Avent ini juga terdapat botol dan dot nya, makanya aku merasa lebih nyaman karena aku bisa langsung memberikan ASI perahku ke Ray seselesainya aku memompa ASI.

Bukan hanya kualitas pompa ASI dan botol nya saja yang harus diperhatikan, aku juga sangat memntingkan kualitas sabun pembersih botol dan pompa yang berhubungan langsung dengan kebersihan tempat ASI ku. Karena bayi itu rentan dengan yang namanya penyakit, makanya semua perlengkapan dan perlatannya harus higienis, di steril dan pastinya aman dengan kandungan ingredients yang natural. Pilihanku sih dari dulu hingga sekarang ini selalu membersihkan botol Ray dengan Sleek Baby Bottle and Accessories Cleanser.

ABOUT BUNDLING PACKAGE PHILIPS AVENT X SLEEK BABY

Mendengar kali ini ada bundling package dari Philips Avent dan Sleek Baby bikin aku langsung berpikir "Wahhh ini bundling ter the best di penghujung tahun 2019 ini!". Soalnya memang yang namanya pompa asi serat botol bayi itu harus terjaga kualitasnya sepaket dengan pencucinya loh! bukan hanya itu saja, bagi aku yang dari umur Ray 4 bulan suka traveling, aku merasa kepraktisan dalam pompa asi serta pembersihnya menjadi kemudahan tersendiri untukku traveling selama masa menyusui.

Bundling menarik dari Philips Avent X Sleek Baby di e-commerce Philips Avent dan e-commerce Sleek baby

Aku nemuin bundling package menarik ini di e-commerce dan langsung kepikiran "Wah, keren banget nih Philips Avent sama Slessk Baby kolaborasi bareng, pasti mereka mengerti kebutuhan para mama yang selalu khawatir sama nutrisi dan kebersihan anak". Makanya sekalian aku sharing di blog ini, siapa tau ada para readers yang lagi butuh referensi pompa asi serta pembersih peralatan anak bisa langsung aja cusss beli di e-commerce exclusive Sleek Baby dan e-commerce exclusive Philips Avent. cusss mama beli terutama yang baru mau melahirkan supaya gak perlu lagi bingung-bingun mau pakai pompa asi apa dan gimana bersihinnya. Aku sendiri merasa pompa asi itu barang wajib yang harus dimiliki terutama kalau kita baru melahirkan newborn baby dan pastinya kebersihan pembersih perangkatnya juga menjadi hal wajib yang juga harus diperhatikan ya mama...

Pompa ASI dan dot Phillips Avent yang sangat nyaman 

Kalau pengalamanku dulu, seperti yang sudah aku ceritakan, aku menganggap memberikan anak asi perah melalui botol itu sah-sah aja dan alhamdulilah anakku gak bingung puting. Nah, makanya pemakaian botol dot untuk ASI perah juga harus yang nyaman dan mirip dengan puting Ibu nya. Botol dot yang didapatkan dari Philips Avent ini sangat bagus menurutku karena dot nya berbentuk menyerupai puting Ibu dan dot nya secara natural menempel sama mulut bayi dengan baik. Dulu Ray pakai botol dot Philips Avent juga, aku punya 4 botol Philips Avent untuk gonta ganti botol kalau lagi capek cuci-cuci hehehe.. Alhamdulilah nyaman dipakainya..

Sleek Baby sahabat banyak mama dalam membersihkan perlengkapan anak serta mencuci pakaiannya.

Jadi moms, mumpung lagi ada paket bundling menarik nihh dari Philips Avent dan Sleek Baby, cusss langsung ikutan beli yuukkk, kapan lagi kan bisa dapetin satu paket komplit menarik untuk kebutuhan kita dalam memberikan nutrisi terbaik untuk sang buah hati tersayang hehe.. langsung lihat di shopee aja mom kalau mau beli yaaa



Ohya sekian tulisan aku kali ini ya, kapan-kapan kita lanjut lagi sharing tentang perjalanan menyusui lainnya ya moms. Terima kasih sudah membaca tulisan ini ya..

See you on my next blogpost

XO,
Ola Ayu






No comments:

Post a Comment