Wedding Prep - Preparation

Tuesday, March 31, 2015

Sehubungan banyak temen-temen yang nanya ke aku mengenai wedding preparation, jadi Insha Allah setiap hari selasa aku akan nge post mengenai wedding preparation yang lagi aku jalanin dan kegiatan ku sebagai Wedding Planner. Mudah-mudahan bermanfaat ya untuk teman-teman yang membaca..


First thing first : Apa yang harus dilakukan saat pasangan menyatakan “Will You Marry Me?”. Setelah kita mengatakan Yes, let’s get married itulah saat dimana semua akan dimulai dengan berbagai kebingungan persiapan menikah, jujur saja berdasarkan pengalaman pribadi saya, persiapan pernikahan itu amat sangat bikin pusing bahkan lebih pusing dari pada pertanyaan dari orang tua dan orang-orang sekitar “Kapan married?” hehehe..
So, apa aja yang harus kita lakukan untuk persiapan married ini ya?

BEBAN BIAYA PERNIKAHAN




Yang pertama bangeettt harus dilakukan adalah tanyakan pada orang tua kita, beban siapakah pernikahan ini nantinya, maksudnya adalah beban akad nikah dan resepsi nya. kebanyakan beban pernikahan ada di keluarga perempuan, which is pernikahan diatur oleh keluarga perempuan tapi kalau keluarga laki-laki ingin membantu dan memberikan ide-ide pernikahan ini juga biasanya pihak keluarga perempuan menerima.

Pada saat menanyakan ini, aku kasih tau juga sama pasangan untuk menanyakan kepada orang tua nya mengenai beban siapakah pernikahan ini. Kalau dengar dari teman-teman ku yang berdarah Chinese biasanya pernikahan adalah beban pihak keluarga laki-laki, nah berarti beda-beda kan ya makanya itu hal pertama yang harus kita tanyakan ke orang tua.

Bagi beberapa pasangan, beban married ada pada si pasangan itu sendiri. Pokoknya make sure dulu beban siapakah pernikahan ini. Sharing dari beberapa kerabat kadang kala orang tua suka merasa anaknya tidak menghormati mereka kalau ingin menanggung beban pernikahan sendiri, padahal si anak justru amat sangat menghormati orang tua dan ga mau ngerepotin mereka makanya sebisa mungkin orang tua enjoy saja dan ga ikut pusing. Tapi lagi dan lagi di Indonesia wedding ternyata merupakan hal yang sensitive bagi orang tua kita, jadi jangan sampai orang tua merasa tersinggung ya...

BUDGET PERNIKAHAN



Pada saat menentukan budget biasanya orang tua belum punya bayangan seberapa banyak budget yang akan mereka keluarkan untuk acara pernikahan anaknya. Ayah ku sendiri ga tau harus ngeluarin budget berapa, maklum lah aku anak pertama dan si ayah belum punya pengalaman apa-apa mengenai menikahkan anak.

I’m telling you, pernikahan pada jaman sekarang ini bener-bener mahal banget loh, vendor wedding pun ngasih harga bener-bener tinggi-tinggi, aduh bener-bener ga nyangka biaya nya itu mahal banget! 

jadi apa aja yang harus diperhatikan sebelum kita tau budget nya berapa:

1. Lokasi Pernikahan 

Tanyakan pada orang tua kita, partner dan orang tua partner kita mau seperti apa wedding nya nanti, siapa saja yang akan diundang, berapa banyak undangannya itu yang bisa kita jadikan patokan mau diselenggarakan dimana wedding nya apakah akan diadakan di rumah sendiri / restaurant / gedung pertemuan / gedung perkantoran / Aula rumah ibadah / gedung pernikahan / Hotel.

Perhitungan tamu undangan pernikahan biasanya dikalikan 2, jadi jika mengundang 500 undangan berarti perhitungan tamu yang datang adalah 500 x 2 = 1.000 tamu. Tapi perhitungan itu belum termasuk perhitungan keluarga kita dan keluarga partner yang datang. Untuk keluarga biasanya dihitung berdasarkan jumlah orang dalam 1 keluarga, misalkan Tante kita akan datang dengan Suami dan 2 orang anaknya, berarti dari tante kita sendiri sudah ada 4 orang dan begitu pun dengan keluarga lainnya.



Gedung-gedung yang biasa disewakan untuk pernikahan, khususnya yang ada di JABODETABEK saat ini, sudah menginformasikan kapasitas tamu undangannya. Jadi sebelum kita cari gedung, yok buat list tamu undangan dulu, baru deh tau berapa sih kira-kira tamu yang mau diundang.

Disamping itu, gedung-gedung pernikahan sudah memiliki vendor sendiri untuk Catering, Dekorasi, Wedding Music & Entertainment, Photography & Videography. It’s better untuk menentukan dulu gedungnya mau dimana baru deh pencarian vendor kita bisa lebih mudah, karena pada umumnya gedung akan me-charge 10-30% kalau kita menggunakan vendor yang belum menjadi rekanan gedung tersebut. Jadi jangan sampe kita sudah nge – dp in misalnya catering, eh tau nya catering itu ga rekanan sama gedung yang kita mau, jadi sayang kan uangnya.

di topik berikutnya aku akan memberikan beberapa list lokasi gedung pernikahan yang aku tahu ya serta alamat nya.

2. Estimasi Budget

Aku punya template untuk budget estimation, kalau kalian mau silahkan email ke ola.ayupuspasari@gmail.com dengan judul email : Template Budget Estimation.

Setelah tau lokasinya kira-kira dimana nah kita bisa nge buat estimasi budget yang diperlukan berapa, karena kita udah mulai mengenal vendor-vendor mana aja yang kira-kira akan kita pakai.

Karena ayah aku sendiri bingung menentukan budget nya, jadi aku kasih tau dulu estimasi budget nya berapa, setuju atau ga. Awalnya ayah aku kaget juga karena merasa “gak bisa lebih murah ya teteh?” tapi aku kasih penjelasan memang standard harga wedding saat ini seperti itu, dan ternyata orang tua juga akan menanyakan ke temennya rekomendasi-rekomendasi mengenai budget pernikahan, hehehe.

Dengan ada nya estimasi budget ini, kita jadi punya gambaran saat menanyakan ke vendor mengenai quotation mereka, kita jadi ga akan memilih vendor yang punya harga jauh dari harga budget yang sudah kita estimasi. Ini untuk ngingetin kita nahan budget jadi on track sama budget yang orang tua kita punya, karena biasanya banyak pasangan yang lupa berapa sih budget catering nya jadi hanya iya-iya aja pada saat ditawarin harga sama vendor.

3. Googling Rekomendasi & Ulasan mengenai Vendor


Kalau sudah ada bayangan budget nya berapa, kita bisa lebih mudah menentukan vendor mana yang cocok sama budget kita. Jangan lupa untuk mencari rekomendasi dan ulasan mengenai vendor-vendor tersebut, karena ini salah satu penilaian apakah vendor tersebut bagus atau tidak. Biasanya aku ikut forum-forum pernikahan untuk nge-kepoin temen-temen yang mau menikah juga jadi punya banyak informasi untuk menentukan vendor mana yang kita mau, biasanya aku gabung ke www.bridestory.com atau www.weddingku.com. Instagram juga selalu aku kepoin loh untuk ngelihat apakah vendor ini bagus/ga nya. 

Stay tune terus ya temen-temen karena minggu depan tema nya adalah apakah perlu menggunakan Wedding Planner atau cukup dengan Wedding Organizer atau mungkin hanya panitia dari anggota keluarga saja. 

Love,

Ola Ayu

Picture Source Pinterest
INDONESIA BLOGGER
Blogger Perempuan